Bugh!!! Satu pukulan keras lagi mendarat dengan sempurna pada wajah Dewa yang langsung menyisakan luka lebam. Tubuh Dewa terhuyung ke belakang dan sempat terjatuh ke atas lantai, akan tetapi ia segera bangkit dan berdiri tegak. "Saya tidak akan mengambil keputusan ini jika tidak ada sebab," ucap Dewa dengan d**a bergemuruh, tangannya sudah gatal ingin membalas bogeman itu, tapi ia berusaha menahan diri. Sementara Erika dan ibunya menatapnya dengan penuh amarah. "Pergi kamu dan jangan pernah temui Erika lagi, dasar laki-laki tidak bertanggung jawab!" usir ayahnya Erika dengan jari telunjuk yang terlihat bak sebuah peluru. "Dengan senang hati," balas Dewa penuh penekanan. Ia membalikkan badan lalu berjalan meninggalkan Erika dan kedua orang tuanya. "Tega kamu Dewa! Awas aja ak

