Bertemu Kembali

1003 Kata

Panggilan telepon terputus, Inne tak menunggu jawaban dari Dewa. Seolah sudah yakin kalau Dewa akan datang ke rumahnya. Dewa masih berada di atas motornya, tapi roda dua itu belum ia nyalakan. Inne memintanya untuk datang ke rumah, ini jelas bukan di jam kerja dan kemungkinan besar mereka tidak akan membahas soal pekerjaan. Dewa duduk termenung, pikirannya penuh pertimbangan. Tapi, jujur saja saat ini ia membutuhkan teman, teman yang tidak akan menyalahkan atau bahkan menyudutkannya. Ia hanya butuh teman berbicara. Ia tidak ingin bertemu dengan Erika untuk sementara waktu. Karena ia tahu betul bagaimana sikap Erika, wanita itu tidak akan mudah diajak berdamai. Sementara Juna? Ia merasa tak enak jika menjadikan kakaknya hanya sekedar teman ngobrol, apalagi ada Lili. Dewa juga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN