Dipanggil Ayah

1407 Kata

Juna berangkat kerja menjelang siang. Setelah memastikan Lili sudah makan dan minum obat, ia pamit dengan cium singkat di kening istrinya. “Aku berangkat dulu, kamu jangan lupa makan siang dan minum obat lagi ya,” ucap Juna setelah melepaskan ciumannya dari kening Lili. “Iya, Mas. Kamu juga hati-hati ya.” Lili tersenyum manis, kini bibirnya sudah tidak terlalu pucat lagi seperti kemarin. “Iya, istriku.” Juna mengusap kepala Lili pelan, setelah itu masuk ke dalam mobil. Lili melambaikan tangan, mengiringi mobil suaminya yang mulai berjalan meninggalkan halaman rumah menuju kafe. Kafe sudah mulai ramai ketika Juna tiba. Ia langsung mengecek area bar, menyapa beberapa karyawan, lalu berdiri di dekat kasir untuk memeriksa laporan pagi. “Bos Juna.” Suara itu terdengar khas di telinga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN