105. Kalah

2750 Kata

Karin POV. “Morning Tayang….” sapa Obi menyapaku yang keluar dari mobil Rengga. Aku memang di antar Rengga dan Omen semenjak memutuskan keluar dari kos lamaku bersama Obi. Aku merasa susah menghindari Obi kalo kami bertahan satu kos kosan, lagipula itu yang dia mau. “Gue ke kelas dulu Men, Reng…makasih” pamitku mengabaikan Obi. “Hei!!!, Kar!!” jerit Omen dan aku abaikan. Untuk apa sih sok perhatian sama aku lagi?, kami sudah putus, kenapa bukan menjauh dari aku?. Kelakuannya justru membuatku susah move on. Buat aku kesal ajakan?. Egoisnya lelaki selalu seperti itu. Harusnya kalo sudah tidak bisa sama sama lagi, lebih baik di lepaskan, bukan sok perhatian, dengan alasan tidak mau membuat sakit hati. Bullshit sekali!!!, padahal dengan dia memutuskan hubungan, sudah membuat sakit hati.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN