113. Rujuk

2459 Kata

Karin POV. “Bi…pegel…udah apa pelukannya, kaya teletubbies aja kamu mah” rengekku karena terlalu lama juga kami pelukan. Bukan mikir, malah tertawa. “Yuk duduk yuk, bagus pemandangannya, kapan lagi lihat yang kaya gini, di Jakarta gak ada Tayang” ajaknya menarik tanganku untuk duduk di rumput dengan pemandangan kota Bandung malam hari yang memang indah sekali. Aku lalu bersandar di bahunya setelah kami duduk berdampingan. “Waktu kita marahan kemarin, kamu kangen aku gak sih?” tanyanya tanpa menoleh. “GAK!!” gurauku. Baru dia menoleh. “Gengsi lagi….” keluhnya. Aku tertawa. “Tapi bisa jadi sih kamu gak kangen, kamu dekat dekat Omen trus, walaupun centeng tetap aja keceh” keluhnya. Aku jadi ngakak. “Tayang masa ketawa sih?, aku serius” protesnya. “Dari dulu suka miara penyakit, j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN