118. Dejavu

2462 Kata

Karin POV. “Makasih Kar udah datangin Noni ke sini….” ungkap Sinta setelah berdua denganku di kamar apartemanku. Aku menghela nafas. “Maaf soal tadi ya…” lanjutnya lalu menunduk. Aku jadi mendekat lalu duduk di sebelahnya di ranjang. “Janji berhenti ngamuk ya!!” pintaku sambil meremas tangannya. Dia mengangguk. “Gue gak marah kok, dan tau elo sebenarnya butuh gue juga walaupun elo cari Noni” lanjutku. Dia menoleh lalu tersenyum. “Ingatkan lo?, kalo pistol tetap butuh bensin, untuk buat musuh musuh kita mati. Trus pasti butuh Noni buat hilangin jejak, gitukan?” gurauku menyenggol bahunya dengan bahuku. Sinta tertawa. “Makasih….” ungkapnya dengan mata berlinang lagi. Ampun deh, mewek sih hobi banget Sinta tuh. Padahal jagoan. Selain menembak ajudan papinya, menodongkan pistol pad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN