Obi POV. Buka usaha sendiri itu tidak seenak yang di bayangkan banyak orang. Aku memang sudah bersiap dengan keadaan di mana aku harus merangkak dari bawah. Dimana aku harus memakai uang pribadiku untuk membayar pengeluaran bulanan usaha yang aku jalankan. Dulu aku pikir hanya sebulan dua bulan aku harus nombok. Ini sampai bulan ke tiga, aku tetap harus legowo, kalo penghasilanku tidak seperti waktu aku kerja pada orang lain. Di bulan ketiga, memang ada lebihnya sedikit, tapi untuk menutup pengeluaran pribadiku, tetap saja tidak cukup. Aku jadi memikirkan gimana ke depannya usahaku. Aku memikirkan Karin juga yang sudah baik hati dan sabar membantuku mewujudkan impianku punya usaha sendiri. Jangan nilai dari sisi uang yang dia keluarkan. Memang aku tidak pernah mau memakai uangnya untuk m

