120. MEmbuka USaha

2464 Kata

Obi POV. “Astaga….sayang aku cemburu…sini cium….” suara Karin kalo aku mulai cemberut karena banyak cowok cowok yang menatapnya di kafe Kendi kerja. Siapa yang menolak di cium pacar sendiri, pasti aku layani. “Gue tembak ya!!” omel Sinta menjeda ciumanku dan Karin. Kami pasti menanggapinya dengan tawa. “Seperti dejavu ya…beberapa tahun lalu ada juga pasangan yang dimana aja cipokan” komen Kendi yang duduk bersanding dengan Miranda. Yang lain kompak tertawa melihat Noni gantian cemberut. “Men…pulang yuk” rengeknya pada Omen. Terbahaklah semua. Ya siapa yang tidak ingat gimana Noni dan Nino dulu saat kami masih sekolah SMA. Di mana saja mereka lengket seperti prangko. Sekarang aku dan Karin meniru hal sama. Semua gara gara aku yang kesal trus kalo ingat Karin pernah ciuman dengan O

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN