Boston, Massachusetts November, 2006 Ted duduk di tepi ranjang sembari memandangi wajah cantik tak bercela dari gadis polos berambut pirang yang terbaring tak sadarkan diri di atas ranjang. Selama sepersekian detik, Ted merasakan area kejantanannya berdenyut-denyut hebat saat ia memandangi wajah cantik Jane Darlene Holly-nya. Wajah itu tidak pernah berubah, dan setiap kali ia membayangkannya, Ted akan teringat kata-kata Bobby: satu saja tidak cukup untuk kita berdua. Dia mati, tapi dia hidup kembali. Lagi dan lagi. Perhatian Ted tersita begitu ia menangkap gerakan lembut bulu mata Holly. Ted menunggu wanita itu sadar seperti seorang anak yang berharap mendapatkan balon. Namun, semangatnya sirna begitu mendapati Holly tidak juga terbangun dari tidurnya. Ayo.. bangunlah cantik! Bangun da

