Setelah memeriksa keadaan Velov, kini dokter dan perawat itu meninggalkan ruang rawat wanita yang sedang terbaring lemah itu dan tak berselang lama pintu ruangan kembali terbuka dengan sedikit keras dan ternyata Samudra datang menjenguk bersama Nadia. Tampak terlihat wajah khawatir dari laki-laki tampan yang baru saja masuk menggandeng seorang wanita cantik itu. “kok bisa sampai sakit sih dek… telat-telat makan pasti ya? Kamu selalu gitu kalau udah kerja lupa makan lupan istirahat, lain kali di perhatikan dong kesehatannya itu, apalagi abang juga gak 24 jam bisa mantau kamu” omel Samudra panjang lebar di lengkapi dengan raut wajah khawatir dan sedikit memerah entah menahan marah atau menahan tangis. “apa sih bang, orang lagi sakit malah di omeli” cicit Velov memasang wajah cemberut supa

