46

1145 Kata

Setelah telpon dari Mas Fendi semalam, aku merasa makin risih dan dan tak tenang, bisa bisanya ia berpikir bahwa kegagalanku bertunangan dengan Mas Rudi adalah kesempatan yang bisa ia gunakan untuk kembali memenangkan hatiku. Menyebalkan sekali dirinya. Semakin dipikirkan semakin sakit kepala ini, semakin risih dan rasanya berat hati sekali untuk pulang kampung, bertemu dengan tetangga dan orang orang tahu persis cerita hidupku. Sebagian mereka prihatin tapi tak sedikit yang mencibir, ada yang peduli tapi ada juga yang merayakan kegagalan diri ini. Namun sejauh jauhnya melangkah, seseorang harus kembali ke kampung halamannya, kembali pada kenyataan dan target hidup di masa depan. Aku harus kembali berjuang, bekerja demi anak anak, sudah lebih dari separuh perjalanan kulalui dengan merek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN