34

1016 Kata

"Benarkah?" "Hu-uhm, dia terus memperhatikan kamu," jawab Mbak Rimbi. "Aku jadi risih," keluhku. "Gak perlu risih, orang dia pernah ada di hidup kamu," jawab Mbak Rimbi. "Tapi, tetap saja, dia suami orang sekarang ini." "Cintanya masih untukmu," ujar Mbak Rimbi tergelak, aku hanya mengangkat bahu dan pura pura gak mengerti padahal aku tahu persis perasaan Mas Fendi padaku. Kulanjutkan tugasku, berdagang dan melayani pembeli dengan baik, kutimbang gula dan minyak lalu merapikan lapak. Pukul tiga sore kututup kiosku, bersiap pulang sambil mengenakan jaketku, musim hujan masih berlanjut, di luar sana rinai gerimis terdengar bernyanyi menciptakan suasana tertentu di hatiku. "Bang, motor saya tolong keluarkan," pintaku pada Abang parkir. "Iya, Mbak Fat." Petugas parkir yang sudah sep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN