Aku Pasti Kembali

357 Kata

“Kau kenapa?” Akhirnya pertanyaan itu keluar juga dari mulutnya. Dari tadi subuh Caca menahannya. Sejak bangun tadi, gelagat Fadli memang agak aneh. Suka bicara melantur ke mana-mana. Hal-hal yang menurut Caca tidak penting, dibahasnya sampai tuntas. Caca sampai jengah mendengarnya. “Ada yang ketinggalan gak?” tanyanya bukannya menjawab. Laki-laki itu nampak gelisah dan terburu-buru membereskan barang-barang milik Caca. Tak puas, Caca beranjak dari bangsal lalu menghampirinya. “Kau kenapa?” tanyanya sekali lagi dengan nada lebih tinggi. Fadli terdiam. Tangannya membeku seketika. Barang-barang sudah rapi dan sudah siap. Kini ia bingung harus melakukan apa lagi. Tak lama kemudian muncul sosok Fadlan yang tergesa-gesa masuk. Ia menghela nafas lega. “Cepat lah!” ucapnya tegas dengan waja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN