Di salah satu ruang ICU rumah sakit elit di Singapura, Sadewa tampak terbaring lemah. Beberapa alat medis tampak terpasang di tubuhnya. Sementara itu Lucy hanya bisa melihat dari kaca pintu. "Tenanglah Nyonya, semua akan baik-baik saja! Saya yakin sekali Tuan Muda Bara akan pulang setelah mengetahui ancaman kita," ujar Sam kepala keamanan keluarga Sadewa. "Cobaan ini sangat berat sekali, aku tidak sanggup menerimanya!" lirih Lucy yang belum siap ditinggal Sadewa untuk selamanya. "Tidak ada gunanya menangis, lebih baik kau berdoa untuk kesembuhan Sadewa, Lucy!" seru Robin yang datang dengan penampilan seperti Bara. Tanpa brewok dan rambut gondrongnya. Lucy menoleh dan tampak terkejut melihat kedatangan Robin. Seketika tangisnya langsung berhenti dan menatap anak tirinya itu dengan p

