"Robin," panggil Nabilah lagi. "Aku ada di sini," sahut Bara yang baru saja selesai melaksanakan salat. Ia segera bangkit dan menggenggam tangan istrinya dengan erat. Nabilah membuka mata dengan perlahan. Pandangannya tampak samar dan berputar. Setelah beberapa saat, baru bisa melihat dengan jelas. Nabilah tidak menyangka dirinya masih hidup. Padahal ia mengira tidak akan selamat karena terakhir kali hanya merasakan tubuhnya diangkat dan semua jadi gelap. "Allahuakbar," ucap Nabilah dengan penuh syukur karena masih diberi kesempatan hidup. "Abang, Robin mana?" tanya wanita itu ketika menyadari hanya ada Bara di sisinya. "Sama Bapak," sahut Bara terpaksa berbohong karena tidak mau membuat keadaan Nabilah semakin drop. Ia juga tidak banyak bertanya soal penyekapan itu. Masih dengan

