Bab 25. Air Mata Nabilah

1429 Kata

"Pergi dan cepat selamatkan Nabilah!" seru Robin sambil memegang dadanya. Peluru panas dari senjata api milik Briptu Abas akhirnya menembus d**a Robin. Ia juga sempat melayangkan tembakan ke arah pria bertopeng, tetapi meleset dan berhasil melarikan diri. Bersamaan dengan itu beberapa polisi menyerbu masuk. Mereka segera membantu Abas membebaskan Nabilah dan sisanya melakukan pengejaran. "Abang Robin," panggil Nabilah sambil menghambur dan memeluk tubuh suaminya yang ambruk bersimbah darah. "Tolong, bertahanlah Bang, tolong!" pintanya dengan panik dan khawatir. Sambil menahan sakit di dadanya Robin kemudian berkata, "Na-nabilah kamu ku-." Tiba-tiba matanya terpejam. "Abang, tolong!" pekik Nabilah sambil berderai air mata. "Ayo kita bawa Robin ke rumah sakit!" ujar Abas yang hendak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN