Gerimis menyapa bumi, Nabilah memandang semua itu dengan tatapan sendu. Tidak ada senyum yang tersungging di bibirnya. Ia ibarat bunga yang layu di bawah tetesan hujan. Nabilah terus memikirkan keadaan suaminya dan menyesal telah pergi waktu itu. Seharusnya apa pun yang terjadi ia tetap berada di sisi Robin. Nabilah tidak peduli ketika pintu kamarnya terbuka. Bahkan ia enggan menoleh untuk mengetahui siapa gerangan yang datang. Pak Jamal dan Bu Asma duduk di samping putrinya menemai Abas yang datang menjenguk. "Kakak sudah bertemu dengan Robin. Keadaanya baik-baik saja dan dia titip salam untuk Bilah!" ujar Abas memberitahu yang membuat Nabilah menoleh. "Benarkah, kapan Bang Robin pulang?" tanya Nabilah setelah beberapa hari membungkam dalam kesedihan. Abas menatap Nabilah dengan sak

