Bara tampak menggeliat ketika sinar lampu menyorot matanya. Ia terkejut berada di sebuah ruangan dengan kedua tangan terikat rantai ke atas. Begitupun dengan kedua kakinya. Seketika ia sadar telah dijebak oleh Sam. Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka. Seraut wajah tersenyum sambil menatap ketidakberdayaannya. "Sudah aku bilang kau tidak akan mampu melawanku!" ujar Sadewa sambil menggulung kemeja yang dikenakannya sampai siku. "Jadi jangan salahkan, kalau aku berubah jadi kejam!" Ia memukul perut dan wajah Bara dengan sekencangnya. "Pengecut kalau berani hadapi aku secara jantan!" tantang Bara yang menjadi bulan-bulanan Sadewa. Sadewa tersenyum simpul dan menyahuti, "Menangkap seekor singa tidak harus menjadi pawangnya! Kau memang hebat Bara, tetapi jiwamu terlalu lemah. Wanita kamp

