"Jesy Caroline," sahut Jesy yang langsung terpesona oleh ketampanan Bara. Sayang sudah ada pria yang bersemayam di hatinya. Mereka langsung bicara dari hati ke hati masalah perjodohan itu. "Kamu dan aku sama-sama tidak bisa menolak perjodohan ini. Tapi mereka tidak boleh mengatur kehidupan kita! Jadi setelah punya anak, aku akan membebaskanmu!" usul Bara memberikan sebuah jalan keluar. "Baiklah aku setuju, kita memang harus bekerjasama untuk menjalani pernikahan ini." Jesy menyetujui saran Bara, baginya saat ini solusi itu adalah yang terbaik. Tiba-tiba Jesy teringat dengan janjinya menjemput Nabilah dan Robin di rumah sakit. Setelah itu rencananya akan mengantar mereka ke travel untuk pulang kampung. Padahal Jesy sudah menawarkan pekerjaan dan tempat tinggal, tetapi Nabilah meno

