Dua Puluh

1926 Kata

Gynta masuk ke dalam kamarnya. Dia membuka sebuah laci dan mengambil fotonya bersama dengan Vino dulu. Gynta tersenyum samar mengingat perkataan Vino kalau lelaki itu tidak mungkin menyukainya. Mungkin benar, setelah beranjak dewasa seseorang itu akan berubah. Mungkin Alvinnya sudah berubah. Gynta menekan layar ponselnya mencari nama Vino dan menghubunginya. Satu kali tak ada jawaban, Gynta kembali menelepon untuk yang kedua kalinya.   "Halo?" terdengar suara seorang wanita.   Gynta kenal suara itu. Ternyata pada akhirnya Vino akan pergi menemuinya. Apa mereka minum bersama? Kenapa suaranya terdengar seperti mengigau?   "Halo?" wanita itu kembali berbicara dan tak lama mematikan sambungan teleponnya.   Gynta mengerjapkan matanya beberapa kali, "kau menemuinya juga," gumam Gynta mer

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN