Dua Puluh Lima

1947 Kata

Sepasang suami istri itu duduk di sebuah sofa. Gynta menggunakan lengan Vino sebagai sandarannya. Besok Vino akan ke Kanada dan rumah kembali sepi. Dalam hati, Gynta tidak ingin lelaki itu pergi. Tapi, dia juga harus menyelesaikan urusan pekerjaannya. Gynta mendongak dan melihat Vino memperhatikan langit malam. Walaupun udara di malam haru sangat dingin, berada di pelukan lelaki itu dengan satu selimut cukup menghangatkannya.   "Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Vino setelah cukup lama mereka diam.   Gynta menghela napas, "aku memikirkan ... aku harus melakukan apa setelah menemukan ibuku."   "Lakukan apa saja yang dikatakan hatimu. Bukankah kau sangat ingin bertemu dengan ibumu? Lalu kenapa kau bingung?"   Gynta menegakkan tubuhnya dan menatap Vino, "apa kau tidak bisa menunda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN