Dua Puluh Delapan

1306 Kata

"Hati-hati di jalan, yah," ucap Maria saat Gynta dan Vino pamit pulang, "Gynta," panggil Maria membuat Gynta menoleh kearahnya saat membuka pintu mobil.   Maria berjalan mendekat kearah Gynta. Tiba-tiba dia memeluk wanita itu. Vino hanya diam melihat dua wanita itu dan menahan dirinya untum masuk ke dalam mobil.   "Gynta, ibumu sangat menyayangimu, itulah kenapa dia tidak ingin menemuimu meskipun tahu keberadaanmu. Dia tidak ingin kau dalam bahaya," ucap Maria.   Gynta tersenyum tipis. Memang sedikit kecewa setelah mendengar penjelasan bahwa ibunya pernah melihat dirinya dan Vino di rumah sakit jiwa namun dirinya tidak mau menemuinya. "Iya, Mom," jawab Gynta.   Maria tersenyum dan melepaskan pelukannya. Dia mengelus wajah Gynta dan mencium pipinya. "Semoga rencana kita berhasil unt

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN