Verrel tengah bercermin merapihkan tuxedo yang dia pakai, ia juga mengambil sebuah pistol yang di berikan Farel. Semua brotherhood memegang satu pistol untuk berjaga-jaga. Ia memasukannya ke dalam saku jas yang ia pakai. 'Kamu harus menyelesaikan segalanya sekarang Verrel.' Wajah Verrel yang tampan, terlihat pucat. Racun itu semakin menyebar keseluruh tubuhnya. Ia memilih duduk di salah satu sofa yang ada di sana sambil memijit kepalanya. Perutnya terasa sangat berputar, seakan sesuatu akan pecah di dalam sana, dadanya terasa nyeri dan sesak, bahkan detak jantungnya terasa berdetak begitu cepat sekali. Ia meringis menahan rasa sakitnya, ia sudah berkeringat dingin. Daniel datang bersama Angga dan Serli menghampiri Verrel. Serli sudah mengetahui siasat ini, karena Serli awalnya mene

