Di dalam club dance, Leonna duduk di mejanya. Ruangan yang luas itu Leonna sengaja kunci dan mengurung diri di dalamnya. Leonna menangis sejadi-jadinya, rasa sakit bukan hanya di bagian intimnya tetapi juga di hatinya. 'aku percaya sama kamu Kak, aku pikir kamu bisa menjadi sosok kakak dan teman yang aku butuhkan. Tetapi ternyata aku salah.’ Batin Leonna. "Kamu jahat Kak, kamu jahat sama aku,,hikz....hikz.... kenapa kakak hancurkan kepercayaanku, aku pikir kakak sangat baik sama aku. Ternyata kakak sama saja, kakak memanfaatkan situasi yang ada, hikzz...hikz... bahkan sakitnya masih terasa." isak Leonna sejadi-jadinya. Tak berbeda jauh dengan Verrel tengah menerawang ke depan di dalam ruangan kerjanya. Pandangannya menatap ke jendela di depannya yang memperlihatkan jalanan ibu kota yang

