Rasa kehilangan itu masih ada. Namun, Tika tidak mungkin diam di tempat. Menetap pada rasa kehilangan yang hanya membuatnya stuck pada perasaan itu tanpa ada niatan untuk bangkit. Sesekali bahkan beberapa kali rasa sesak sering menyergap diri, tetapi hidup tidak berhenti maka bangkit adalah salah satu jalan diri agar dia dapat kembali menjadi manusia yang butuh hidup. “Hari ini kamu jadi bertemu dengan Mbak Dewi?” tanya Dipta disela-sela sarapan pagi mereka. Mbak Dewi adalah editor di tempat Tika bekerja. Bekerja secara online membuat dirinya dan Mbak Dewi hanya berkomunikasi melalui aplikasi w******p. Berhubung saat ini mereka sedang akan mengerjakan sebuah proyek yang cukup besar maka Mbak Dewi memintanya untuk bertemu. Lagi pula Mbak Dewi juga tinggal di Surabaya, sehingg

