Bagian 18

2216 Kata

Tika mengikuti langkah Dipta menuju rumah bernuansa warna kayu itu dengan ragu. Jika Dipta tidak memegang lengannya mungkin saja dia sudah kabur. Dia takut. Jantungnya berdebar kuat. Ini adalah pertama kali dalam hidupnya bertamu ke rumah seorang pria. Apalagi untuk bertemu ibu pria itu dengan hubungan kekasih yang saat ini terikat di antara mereka.   “Dip,” panggil Tika dengan suara mencicit pelan. Dipta menoleh ke arah Tika. Menaikkan alisnya pertanda dia bertanya ada apa.   “Aku takut,” jujur Tika. “Ini pertama kalinya aku berkunjung ke rumah seorang pria. Dulu hanya pernah ke rumah teman pria untuk menjenguk ketika sakit dan itu pun bersama teman-teman. Dan sekarang aku sendirian. Aku takut,” jelas Tika.   Dipta menampilkan senyum hangatnya. “Kan ada aku. Kamu aman,” jawab Dipt

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN