Bagian 34

1981 Kata

Dipta mengendarai mobilnya untuk kembali ke apartemen dengan kecepatan normal. Amarah dalam diri dia pendam. Biarkan nanti saat dia menemukan sesuatu yang tepat dia akan melampiaskan amarahnya. Membalas amarah kepada Kanya malah akan menimbulkan masalah baru.   Dering HP Dipta membuat Dipta segera mengenakan hand free-nya.   “Ya, halo,” sapa Dipta kepada siapa pun yang meneleponnya.   “Maaf pak, ada hal penting yang harus dibahas di kantor. Saya tidak mungkin mengatasinya sendiri. Pihak Hotel Asmatama ingin bertemu langsung dengan bapak. Tidak ingin diwakilkan kepada siapa pun,” jelas Dimas.   “Kamu sudah coba jelaskan jika kamu juga bisa membantu mengatasi ini semua kan?”   “Iya, pak. Tapi pihak mereka keukeh ingin bertemu dengan bapak.”   Dipta menghela napas kasar. “Oke.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN