“Kamu beneran nggak mau ikut mas kembali ke Surabaya?” tanya Dipta entah sudah yang ke berapa kalinya. Dipta bahkan menampilkan wajah memohonnya agar Tika mau ikut bersamanya. Saat Tika bangun dari tidurnya di hari Sabtu kemarin, Dipta mengajak Tika untuk berbincang mengenai masalah yang menerpa mereka. Tika menyetujui akan tetapi dia hanya menjawab dengan singkat terhadap setiap pertanyaan yang Dipta ajukan. Dipta juga sudah meminta maaf atas kelancangan bibirnya yang tidak dapat direm sehingga menyakiti hati Tika, dan Tika memaafkan hal itu dengan hanya mengangguk singkat tanpa memandang wajah suaminya. Dipta yang mendapatkan respons seperti itu pun hanya mampu bersabar. Dia sadar kesalahan yang dia lakukan sangatlah fatal, maka dia harus dapat membuktikan kepada Tika bahwa dia

