“Kali ini apa yang kau rencanakan, ibu?” “Aku berencana membuat buku untuk kisah mereka” ucap seseorang yang di panggil ibu “Kau akan mengobrak-abrik kisah mereka?” Wanita itu menggeleng pelan “tidak. Hanya memberi rintangan kecil” “Bukankah penyihir itu rintangannya?” “Tidak, masih ada satu lagi. Tidak terlalu berat” “Aku yakin sang Dewa Lautan akan marah padamu bu” “Tidak masalah” ucap wanita itu tersenyum. *** Peluh membasahi dahi Fiona dan juga yang lainnya. Melawan Kempa cukup menguraas tenaga. Dengan napas terengah Fiona membuka pintu Tartarus yang mengurung Hekatonkhire didalamnya. “Terima kasih Putri Poseidon. Katakan apa yang kau butuhkan” ucap salah satu Hekatonkhire “Bantu aku dalam perang melawan Kronos” ucap Fiona langsung “Apa sudah waktunya?” “Sebentar lagi wakt

