Chapter 18
Beval dan Chester mulai melakukan perjalanan dengan beberapa warrior senior untuk mencari penyihir yang bisa mengembalikan Alpha mereka. Di awal perjalanan tidak ada sesuatu yang membuat mereka sulit tapi saat keluar dari area kaum Immortal dan mulai memasuki teritori para monster yang hidup beratus-ratus juta tahun yang lalu mereka mulai merasakan terintimidasi.
“Gamma Beval, kau yakin jalannya disini? Mendadak perasaanku tidak enak” ucap Chester sambil terus melihat sekeliling.
“Tapi ini benar arah jalan yang di beritahu oleh Beta, Deta Chester” jawab Beval
“Tapi lihatlah di sekeliling kita, Gamma”
Beval mulai melihat di sekelilingnya. Mereka berada di tengah hutan yang tandus dan gersang. Beval mulai menyadari jika mereka sudah tidak berada di teritori kaum Immortal tetapi teritori kaum monster dan titan. Jika mereka ingin kedunia manusia dengan mudah mereka bisa kemari karena tidak ada penghalang untuk kedunia manusia tapi nyawa sebagai taruhan. Maka dari itu tidak ada kaum Immortal yang mau kemari.
“Kalian bersiaplah. Beta Kai menyampaikan pesan dari Luna jika nanti kita akan melawan beberapa Cyclops liar, Minotour, Khimera dan Ofiotaur. Mungkin untuk Cyclops dan Minotour kita bisa melawannya dengan mudah tapi berbeda dengan Khimera dan Ofiotour. Jika kita bisa menghindar lebih baik kita menghindar dari dua monster itu” jelas Beval
“Dimengerti Gamma” jawab mereka serempak
“Kita benar-benar akan melawan makhluk yang biasa kita dengar saat kecil?” tanya Chester
“Kurang lebih seperti itu. Maka dari itu kita harus tetap waspada. Ini semua kita lakukan agar Silvermoon pack kembali seperti sedia kala”
***
Sedangkan di camp Halfblood Fiona dan Felycia sedang bersiap untuk mencari sekutu. Mereka membawa banyak senjata untuk berjaga-jaga. Karena mereka tidak tahu musuh apa yang akan mereka hadapi di perjalanan.
Aiden dan Krystal pun tidak beda jauh. Mereka juga akan ikut pergi bersama twin F. Fiona ahli dalam membuat strategi dan bertarung jarak dekat dan Felycia sangat ahli memanah, kekompakan mereka tidak bisa diragukan lagi. Krystal adalah putri dari Dewi artemis sang Dewi Perburuan keahlian memanah jarak jauhnya akan sangat dibutuhkan seperti sang Dewi yang pandai berburu begitu pula Krystal. Sedangkan Aiden adalah Satyr dimana penciuman dan pendengarannya sangat kuat. Jadi mereka bisa mendeteksi keberadaan musuh. Mereka adalah team terkuat di camp Halfblood, entah bagaimana mereka bisa terbentuk.
Krystal dan Aiden memasuki pondok Poseidon untuk menemui Twin F. mereka melihat jika Twin F sudah siap.
“Kalian sudah siap? Apa kita akan pergi sekarang?” tanya Aiden
“Kita pergi sekarang” ucapan Fiona adalah perintah bagi mereka. Di team mereka Fiona berperan sebagai leader. Sikap tenang dan terkendalinya sangat cocok untuk menjadikannya seorang leader.
“Reese dan Olyvia akan melindungi kita dari jarak jauh seperti biasa” ucap Felycia
“Baiklah. Tidak ada yang tertinggal kan?” tanya Krystal
“Tidak ada. Ayo kita pergi sekarang” ucap Fiona
Pergilah kearah timur, putriku. Disana ada para Roh yang bisa membantu kita nanti. Buat mereka berada di pihak kita ucap Poseidon di kepala Fiona
“Kita akan pergi ke timur. Kita harus menemui para Roh untuk menjadi sekutu kita” ucap Fiona
“Daddy memberitahumu?” tanya Felycia “Iya”
“Dengar Fiona. Para roh ada yang berada di kota. Mereka sekarang bersembunyi di salah satu Universitas” ucap salah satu arwah yang tiba-tiba datang
“Lalu mereka bersembunyi dimana?” tanya Fiona
“Cambridge Univercity” jawab sang arwah
Mereka mulai berjalan keluar camp Halfblood. Mereka akan menggunakan jalur darat karena itu perintah dari sang ayah. Mereka mulai berjalan menyusuri hutan. Mereka harus ke perbatasan manusia dan immortal. Karena akan lebih efektif dan aman lewat jalur manusia.
“Setelah itu kita akan pergi ke Yunani. Untuk sementara waktu kita tidak akan memakai jalan labirin buatan Daedalus akan sangat beresiko jika bertemu dengan Janus kita bisa tersesat. Kalian tahu sendiri bukan cara labirin itu bekerja?”
Semuanya mengangguk. Di dalam labirin itu ada Janus, Dewa minor yang memiliki dua wajah dan salah satunya bisa menyesatkan. Sebenarnya labirin buatan Daedalus bisa membawa kita kemana saja bahkan ke Olympus maupun ke dunia bawah atau dunia orang mati. Hanya saja jika tidak tahu bagaimana kerjanya, bisa membuat tersesat.
“Lalu arah tujuan kita saat di kota kemana?” tanya Aiden
“Cambridge” jawab Fiona
“Kenapa kita harus kesana?” tanya Krystal
“Ada arwah yang selalu menjadi mata-mataku. Sejak aku merencakan keluar dari pack Sean aku memintanya untuk menelusuri dunia manusia dan ternyata ada gunanya juga, bukan?”
“Kau benar-benar selalu mempersiapkan semuanya hingga membuat kami terheran”
“Lebih baik mempersiapkan semua dari awal, Krys. Agar kita tidak salah langka”
“Kau benar”
***
“Sudah lama aku tidak pernah ke dunia manusia” ucap Aiden
“Kamu benar. Kita sudah lama tidak menginjakkan kaki kita di sini” jawab Felycia “Apa kita bisa menemui mom, Fio?” tanya Felycia kemudian
“Aku tidak tahu. Untuk sementara kita gunakan pesan Iris untuk menghubungi mommy” Felycia setuju dengan ucapan Fiona.
Mereka mulai menaiki kereta dari London ke Cambridge. Mereka mulai duduk dan berbincang tentang hal seru saat mereka melakukan misi ke dunia manusia.
“Sudah lama aku tidak merasakan perjalanan setenang ini. Kita selalu di buru oleh monster karena kita Demigod” ucap Krystal
“Kau benar, Krys. Sebaiknya kita nikmati perjalanan singkat ini sebelum kita melakukan tugas kita. Ah.. nyamannya” ucap Felycia menyamankan duduknya
Fiona yang melihat ke arah luar jendela hanya tersenyum mendengar ucapan mereka. Fiona berpikir apa yang akan dia lalui setelah ini. Apa dia akan melawan banyak monster yang lebih kuat dari biasanya atau tidak. Sesungguhnya Fiona tidak menyukai pertarungan karena membuat berisik dia lebih menyukai ketenangan.
Mereka sampai di stasiun Cambridge setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam setengah. Mereka merenggangkan tubuhnya, setelah beberapa waktu duduk di kereta membuat tubuh mereka terasa kaku.
Fiona mengomando timnya agar segera mengikuti langkahnya kearah Cambridge Univercity. Mereka mulai memasuki gedung universitas.
“Dimana kita bisa menemukan Roh itu? Sedangkan disini hanya kau yang bisa melihatnya Fiona” ucap Aiden
“Kalian pegang tanganku dan tutup mata kalian” perintah Fiona
Setelah mereka memegang tangannya dan menutup mata Fiona mulai merapalkan mata. Kabut putih berterbangan kearah mata mereka bertiga.
“Kalian boleh membuka mata, sekarang” ucap Fiona
Mereka mulai membuka mata yang sedikit kabur dan saat sudah menyesuaikan penglihatannya mereka bingung kenapa banyak orang di tempat ini. Seingatnya tempat mereka sekarang hanya ada sedikit manusia.
“Ehm, Fiona apa tadi saat kami menutup mata banyak yang masuk kemari?” tanya Felycia
“Tidak” jawab Fiona singkat. “lalu siapa mereka?”
“Mereka hantu dan sekarang kalian bisa melihat mereka. Jadi, kalian bisa membantu ku mencari mereka” ucap Fiona dengan senyum tipis yang diartikan mereka sebagai petaka.
“Kau..” Felycia sampai tidak bisa mengucapkan kata-kata karena ulah Fiona. Diantara mereka semua kecuali Fiona, tidak ada yang mau melihat orang mati.
“Roh yang kita cari berbeda dari mereka. Jika kalian melihat mereka sama seperti manusia maka yang kita cari sangat berbeda”
“Apa yang membedakan mereka” Aiden ingin segera menyelesaikan misi ini secepatnya agar Fiona mau mengembalikan penglihatannya seperti sebelumnya.
“Kalian melihat mereka tidak ada bedanya dengan manusia, bukan?” mereka mengangguk kompak “Maka yang kita cari adalah mereka yang transparan” jelas Fiona
“Transparan?” tanya Felycia tidak percaya. “Iya Cia. Transparan. Penampilan mereka juga berbeda tidak seperti mereka yang memakai pakaian seperti kita. Tetapi, mereka memakai pakaian masa kuno. Kalian paham?”
“Oke, kami paham. Cepat selesaikan ini agar Fio bisa mengembalikan mata kita seperti semula” jawab Felycia sambil berlalu
Krystal dan Aiden pun mulai mengikuti langkah Felycia. Fiona yang melihat ketakutan dimata mereka hanya bisa tertawa mengejek.
“Dasar penakut” ucapnya
***
Mereka menyusuri koridor demi koridor tapi mereka tidak menemukan roh seperti yang di jelaskan Fiona. Mereka mulai frustasi karena sepanjang perjalanan mereka melihat hantu dari yang bisa di pandang sampai yang tidak ingin di pandang.
Fiona melihat kearah satu ruangan yang cukup aneh “Kalian ikuti aku” perintahnya
“Ada apa Fio?” tanya Krystal “Aku pikir mereka ada di ruangan ini. Aura ruangan ini terasa dingin dan sedikit gelap” jawab Fiona
“Bagus jika kita sudah menemukannya. Aku sudah tidak tahan dengan penyiksaan ini. Fio, beritahu aku bagaimana kau tahan dengan hal ini?” gerutu Felycia
“Diamlah Cia” decak Fiona malas
Felycia memberi tanda menutup mulutnya. Disaat mereka akan memasuki ruangan itu ada salah satu wanita yang menghampiri mereka dan melarang mereka masuk kesana. Wanita itu bilang jangan masuk kesana banyak hantu, begitu katanya.
Saat wanita itu pergi Aiden berbicara, “kami memang mencari jenis mereka” dengusnya sebal
Fiona membuka pintu ruangan itu dan seketika mata para roh tertuju padanya. Mereka terkejut melihat orang yang bisa melihat mereka
“Ada yang ingin aku katakan pada kalian” ucap Fiona
“Kau… bisa melihat kami?” tanya salah satu roh
“Ya, aku bisa dan aku yakin adalah roh para Demigod terdahulu, bukan?” tanya Fiona
“Bagaimana kau tahu?” setelah bertanya seperti itu salah satu roh diruangan itu memekik “Kau sang gadis ramalan” jawabnya
Seketika ruangan itu ramai dengan suara para roh yang berubah gaduh. Mereka tidak menyangka mereka akan bertemu dengan sang gadis ramalan.
“Iya, aku gadis itu. Jadi, bisakah aku meminta tolong pada kalian?” tanya Fiona. Gadis itu juga ingin segera menyelesaikan misi ini dan segera melanjutkan misinya yang lain. Mereka di kejar waktu sekarang.
“Apa yang kau minta?”
“Bisakah kalian membantu kami nanti?”
“A big war?” Fiona mengangguk
“Maaf kami tidak bisa” jawab salah satu roh dengan nada menyesal “Kami roh sekarang, bagaimana kami bisa membantumu”
“Kalian bisa. Aku mencari cara agar kalian bisa bertarung nanti” ucap Fiona
“Bagaimana caranya?” tanya roh yang lain
“Kami akan ke gerha Hades. Kami akan mendapat cara disana”
“Apa kau gila? Kau bisa mati dan tidak kembali”
Felycia menepuk pundak Fiona “Dia sudah pernah beberapa kali ke underworld dan dia bisa kembali. Kami mohon kami butuh bantuan kalian semua” ucap Felycia mencoba meyakinkan para roh
“Baiklah. Jika memang kau bisa menemukan cara agar kami bisa bertarung, kami akan lakukan” ucap perwakilan roh final
Mereka berempat bersorak senang karena misi kali ini cukup mudah. “baiklah kalau begitu, kami harus segera pergi. Banyak yang harus kami lakukan. Pergilah ke London, big war akan terjadi disana” ucap Fiona
“Kenapa tidak di Yunani?”
“Kronos akan terbangun disana”
“Baiklah. Berhati-hati lah kalian. Aku mendengar ada banyak Demigod yang membelot menjadi pengabdi Kronos” ucap salah satu roh memperingati
“Terima kasih infonya. Kami permisi”
Mereka berempat segera pergi. Mereka harus segera ke Yunani sekarang. Pintu labirin buatan Daedalus menuju dunia bawah akan terbuka di Yunani empat hari lagi. Mereka tidak punya banyak waktu tersisa. Bahkan Fiona lupa akan Sean karena terlalu banyak yang harus dia lakukan.
***
To Be Continued