"Apa kabar kakak ipar ? Duh, senangnya melihat rambut merahmu" Dia kembali melihat aku "Rambut kalian mirip, ah tetap lebih cantik istriku" Siapa yang dipanggilnya istri ? Tolong jangan bikin aku merinding ketika muntahku sudah di ujung tenggorokan. "Aku lupa, mama Alima lebih cantik daripada mamamu" Tangan Puspa gemetar memegang gelas Wine. Dia menoleh melihat bodyguardnya sambil meneguk wine yang tumpah-tumpah ke dagunya. Dia kesal, bahkan murka. "Tuan" Kata si Pengacara, Tuan Betrand kalau tidak salah namanya. Dia mencoba memulai komunikasi yang seimbang "Nyonya Alima dalam keadaan sehat. Nona, ibumu kami jaga dengan baik" Tuan betrand bicara padaku Tampangnya mengabur di pengelihatanku, karena aku sudah berkaca-kaca Brandy menenangakan aku, tangannya merangkul bahuku, dia b

