Semakin ke tengah sungai itu semakin dalam, tidak sampai bahuku memang tapi cukup menakutkan bagiku yang pertama kali mandi di alam terbuka seperti ini. Aku tidak pernah berhadapan dengan binatang air selain ikan, jadi binatang sejenis lintah dan ular air sangat menakutkan, ku dengar di daerah dingin seperti ini banyak ikan piranha. Heran ya, aku ternyata banyak takutnya, padahal aku sering kali menantang Brandy untuk membunuhku. Pembunuh yang menakutkan itu mengulurkan tangannya untukku, menjagaku agar tidak terbawa arus sungai. Aku memegang lengannya, otot-ototnya begitu kaku membentuk lekukan indah seorang pria. Kakiku menginjak batu licin di bawah air, aku sedikit tersandung, ku kuatkan peganganku berpindah ke lehernya. Nafasnya panas mengenai sisi pipi kiriku. “Apa kita akan berpe

