BERAMAL DAN SESUMBAR

1217 Kata

Mata-mata simpati melirikku dengan kepedihan. Di antara semua kebisuan itu, Brandy bergerak dengan langkah yang cepat, aku tahu dia menggapai senjata di balik tubuhnya. Wajahnya sudah beringas membidik. “Ha..Ha…” Puspa terdengar canggung. “Ha..Ha..,” dia kembali tertawa, tapi khalayak masih membisu. “Kau apakan dia kak?” pertanyaan lirih itu berasal dari Sophia. “Ak..” Dia memiringkan kepala, mata bengisnya menimbang-nimbang. Puspa tidak bodoh, dia tahu di acara amal manapun tindakan kekerasan tidak mendapatkan tempat, malah dia terancam kehilangan para donatur murah hati, apalagi kalau sampai isu soal keluarga tertera di Headline berita-berita. Kupastikan saham perusahaannya akan terjun bebas. Puspa tersenyum, dia mengelus pipiku. “Aku akan mengenalkanmu,, ya…” Dia meyakinkan diri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN