Seperti hari-hari biasa aku duduk menatap ke bawah di selasar kamarku. Beberapa orang sedang berlari, memang tempat ini sangat enak untuk dijadikan tempat lari, pemandangannya begitu bagus apalagi di sepanjang danau. Dari sini aku bisa melihat burung Ibis terbang rendah di tepi danau. Kapan ya aku bisa jalan-jalan ke danau? aku ingin berjalan menyusuri danau, pasti menyenangkan. "RAPUNZEL TURUNKAN RAMBUTMU!" teriak seseorang dari bawah. Dia adalah Amer. "KENAPA KAU MENGURUNG DIRI RAPUNZEL, PILIHLAH KAMI UNTUK MENEMANIMU." Amer melambai sambil tersenyum penuh memamerkan deretan gigi yang putih. "Kau sudah gila!" Whiskey memukul kepalanya dari belakang. Wish melihatku dan ikut melambai. "JANGAN MENGURUNG DIRI TERUS, AKU RINDU KAU, NANTI KU AJAK MAIN KE DANAU," teriaknya. Ajakan dari

