“Katakan padaku kemana Rose pergi?!” Puluhan orang laki-laki bertubuh tegap berstelan serba hitam itu menunduk diam. Tidak membuka mulut sama sekali. Sekalipun Sean yang berdiri dihadapan mereka menatap dengan murka, tapi tidak satu pun dari mereka tampak goyah. Tak ada yang takut, mereka tetap menutup mulut tidak mempedulikan kemurkaan yang Sean layangkan pada mereka. “Oke ... Kalian akan memilih diam? Baiklah jika memang itu yang kalian mau.” Sean mengeluarkan sebuah senjata dari saku jasnya, lalu menodongkan pada Gun, pemimpin pengganti Rose. “Katakan padaku sekarang atau kau akan kehilangan nyawamu!” Sayangnya Gun tak gentar. Lelaki itu seolah tidak ada rasa takut apalagi ketika senjata itu di todongkan ke wajahnya, dia justru mendongak, menghadap langsung ke arah monco

