[Apapun yang sudah menjadi milik orang lain memang terkadang terlihat sangat indah, tapi percayalah bahwa keindahan itu semu, sebab yang nyata adalah segala hal yang kau milik sendiri, yang begitu dekat dengan dirimu.] *** Patah hati terbesar Claretta adalah saat melihat bagaimana Gabriel mengucapkan janji suci di depan matanya bersama perempuan lain. Claretta tidak pernah menduga, impiannya untuk bisa menikah dengan Gabriel sirna begitu saja. Padahal semuanya sudah di depan mata, garis finish pernikahan pun sudah hampir ia capai. Namun sayang, ia tidak bisa mencapai garis itu. Ia justru terjatuh, yang ia dapatkan justru luka yang membuatnya sulit untuk bangkit kembali. Namun di satu sisi ia sadar bahwa, sesuatu yang dipaksakan memang tidak akan pernah berjalan dengan lancar.

