Hari baru masalah baru, tentu saja. Itu yang Sean lewati. Setelah seharian kemarin mendiamkan Adelia, pagi ini adiknya itu ia dapati tidur di sampingnya, sejak bangun tidur bahkan adiknya itu tidak melepaskannya sama sekali. Adelia terus mengikutinya, bahkan ketika ia mandipun dia berdiri di depan pintu. Sean menghembuskan nafasnya perlahan. Menatap ke arah Adelia yang kini berjalan mengikutinya lagi ke arah walk in closet. “Adelia ... berhenti mengikutiku seperti penguntit. Pergilah ke kamarmu. Mandi. Kau tak sadar diri? Kau bau seperti tidak mandi satu tahun.” “Tidak sebelum kau berjanji kau memaafkanku dan tidak akan mengabaikanku lagi.” Sean mendengus kemudian berbalik menatap Adelia. “Aku tidak akan memaafkanmu sebelum kau meminta maaf dan mengakui kesalahanmu.”

