“Hi ... Sean, long time no see ... .” Sean mematung di tempat, matanya tidak berkedip selama beberapa detik ketika perempuan yang... sempat singgah di dalam hatinya berjalan semakin mendekat dan lebih mendekat lagi. Langkahnya tampak begitu anggun dengan tubuh semampai yang dibalut oleh dress selutut bermotif bunga sakura. Wajah perempuan itu ... begitu cerah, senyumannya bahkan tersungging lebar di bibir pink mengkilat yang tampak begitu menggoda. Nafas Sean tertahan ketika aroma lembut yang begitu khas dari tubuh Adara menguar menusuk hidungnya, ia pun hanya diam, berdiri kaku ketika Adara yang kini berdiri dihadapannya mulai mengulurkan tangan menyentuh bahu lalu bergeser hingga menekan d**a kirinya. “Kenapa kau begitu tegang Sean? Apakah di sini ... masih berdebar?” S

