BAB 16

3428 Kata

“Your place.” Raffy memandang horror Grace… ”You.” “Please… aku enggak ingin sendirian malam ini.” Pinta Grace. Raffy memandang lama Grace, ditelusurinya wajah Grace yang terlihat sangat kelelahan, matanya sembab karena menangis. “Please…” pinta Grace untuk kedua kalinya. Raffy menutup matanya lama dan hanya berbalik menuju mobilnya, membiarkan Grace berdiri mematung. Pengawal Raffy membukakan pintu mobil dan Raffy masuk ke dalamnya menunggu Grace mengikuti. “Nona… Tuan menunggu anda.” Kata Derik kemudian. Grace menghapus sisa air matanya dan berjalan menuju mobil. Sepanjang perjalanan mereka terdiam. Raffy tidak berkata sedikit pun begitupula Grace. Setibanya di penthouse, Raffy turun tanpa menunggu Grace dan berjalan menuju lift. Raffy berpikir, 3 bulan ini dia bisa kembali ke kehi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN