Jong Gu membuka matanya dengan sangat berat. Pandangannya yang bertemu langsung dengan lampu kamarnya yang masih menyala membuatnya menutup matanya kembali karena silau. Jong Gu reflek menyentuh bahunya saat bangun dari tempat tidurnya. Jong Gu berdecih saat merasakan rasa sakit sekaligus nyeri dari punggungnya. Jong Gu bangun dengan perlahan agar lukanya tidak bertambah parah. Jong Gu akhirnya bangun dari tempat tidurnya dan berjalan keluar. Matanya membulat saat dia melihat ke arah jam yang ada di atas televisi. Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. Jong Gu akhirnya benar-benar tidak berangkat sekolah karena tidur cukup lama. Dan juga ibunya yang melarangnya untuk pergi ke sekolah. Jong Gu melihat ke sekeliling rumahnya. Terlihat sepi. Adiknya asti sedang berada di sekolahnya saat ini.

