“Lepaskan! Apa yan kau inginkan dariku!” Su Ran berteriak dan mencoba terus melawan ke arah tuan Ahn. Suara tawa yang menggema di hutan ini lagi-lagi terdengar memenuhi telinga Su Ran. Su Ran merasa hidupnya sekarang sangat penuh dengan masalah. “Kau tidak bersalah apapun gadis manis, hanya saja aku sedikit kasihan dengan hidupmu. Hidupmu sangat menyakitkan. Aku ingin membantumu meringankan beban hidupmu.” Tuan Ahn berbicara sambil menarik rambut Su Ran lebih kencang dari sebelumnya. Su Ran meringis kesakitan. Merasakan seolah rambutnya tercabut dengan kulit-kulitnya. “Tahu apa kau tentang kehidupanku?” Su Ran menatap tajam ke arah tuan Ahn yang saat ini berada di hadapannya. Tangannya masih berada di kepala Su Ran. “Aku tahu semua manis. Tidak ada yang tidak ku ketahui selama i

