Riyan masih memikirkan kata-kata mamanya setelah sampai di kamar. Melihat Kayla masih terjaga, lalu menyapanya. “Apa yang kamu katakan sama Mama?” “Oh, jadi Mama sudah bicara, Om?” “Kay, Om bilang sama kamu untuk bersabar. Mengapa kamu katakan hal ini pada Mama?” “Jadi aku harus minta bantuan sama siapa kalau bukan sama Mama, Om?” “Kamu kenapa sih jadi seperti ini? Mana Kayla yang lembut dan lucu dulu?” “Dia sudah berubah karena merasakan sakitnya dibohongi. Dia tidak mau lagi menjadi Kayla yang bodoh dan dungu, Om.” Riyan menatap tajam pada Kayla sambil menggelengkan kepala. Diambilnya ponsel, lalu menelepon Tiara. Panggilan di angkat, di depan Kayla Riyan membuktikan bahwa dia tidak main-main mengenai janjinya akan meninggalkan Tiara. “Tolong jangan ganggu aku lagi. Terserah kala

