“Mama sudah bilang sejak awal, jika kau memutuskan untuk menikahi Kayla, maka lupakan Tiara!” Baru saja aku pulang ke rumah, tapi Mama sudah memarahiku. Aku bahkan belum sempat mandi dan berganti pakaian. “Mama tahu, Kau tidak lembur, Nak. Kalian pasti bertemu dan jalan berdua. Iya, ‘kan?!” Aku hanya diam mendengar ocehan mama. Ya, malam ini aku memang tidak lembur, tapi menemani Tiara berbelanja keperluan rumah. “Ma, sebelumnya aku minta maaf. Aku tidak bisa meninggalkan Tiara begitu saja dong, Ma. Dia, sampai meninggalkan keluarganya untuk Riyan. Dia bahkan menjadi seorang mualaf karena ingin mengikuti keyakinan kita.” “Itu bukan urusan kita! Dia bisa pulang ke rumah keluarganya. Dia masih punya keluarga. Lihat wajah polos Kayla. Apa Kau tega membuatnya terluka, setelah semua pengorba

