Pagi menjelang, mood Keyra sedikit membaik, namun tatapannya kini lebih dingin, ia semakin menjaga luapan ekspresinya setelah menangis puas tadi malam, siapa yang tidak sakit hati jika diperlakukan seperti yang Keyra alami tadi malam. Di meja makan, Kenan duduk sendirian menghabiskan sarapannya, tak ada Gesya karena perempuan itu selalu tak menginap di rumah mereka, sepertinya dia sedikit sadar diri dengan posisinya. Kenan menatap tajam Keyra yang berjalan lurus tanpa menoleh padanya. Jujur, Kenan geram, kalau dari awal Keyra nurut padanya ia takkan emosi dan berakhir menyakiti perasaan perempuan itu. "Keyra!" Panggil Kenan yang jelas takkan di gubris. Pria itu bangkit, menyelesaikan makan anggunnya untuk mengejar Keyra yang sudah keluar dari rumah. Kenan berlari mengejar langkah K

