12. Ayo Menikah!

2041 Kata

Matahari terbenam di ufuk barat, berganti dengan sang bulan yang setia menerangi bumi dalam beberapa jam ke depan. Sudah jam tujuh malam, dan Keyra masih nyenyak dalam tidurnya, cuaca sedang dingin-dinginnya di luar dan disini ia merasakan hangat yang nyaman, bagaimana tidurnya tidak lelap kalau sudah seperti itu. Tapi Keyra merasa kering yang tak tertahankan di tenggorokannya, matanya lalu terbuka dan tubuhnya hendak bangkit, namun ia terhalang sesuatu yang berat, Keyra menunduk dan melihat sebuah lengan kekar memeluk perutnya. Oh no! Keyra menghempaskan tangan itu dengan setengah tenaganya, membuat si empu tangan terbangun karena merasa terganggu. Keyra sendiri turun dari tempat tidur dan melihat tak percaya pada Kenan yang masih mengumpulkan nyawanya. "How dare you, Kenan!" Teriak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN