32. Real End

1875 Kata

Kenan bergerak gelisah dalam duduknya saat meeting berlangsung, matanya mengarah ke layar, raganya disana, namun otaknya terus memikirkan Keyra, ingin rasanya meraih ponselnya dan menghubungi perempuan itu, apa ia sudah sampai di rumah atau belum? Perasaan tak enak ini benar-benar membuat Kenan emosi sendiri sampai ia tak sadar sudah memukul meja dengan cukup kuat, membuat yang lainnya terkejut dan menatapnya heran. "Oh maaf, saya keluar dulu, permisi," pamit Kenan, biarlah kali ini ia di cap tidak profesional karena percuma juga ia tetap disana namun satu penjelasan tak ada yang masuk ke otaknya. Sampai diluar, ia segera merogoh sakunya mencari ponselnya, ia menghubungi nomor Keyra dengan cepat, panggilan itu masuk namun tidak dijawab oleh Keyra, berkali-kali Kenan menelepon, hasiln

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN