Keyra tak dapat menahan senyumnya ketika ia hendak masuk ke ruangan marketing, pipinya hangat mengingat ucapan dan perlakuan Kenan tadi padanya, benar-benar perlakuan yang ditujukan untuk orang yang dicinta. Sebelum masuk, Keyra menarik nafas menyurutkan tarikan kedua bibirnya agar tak tampak seperti orang bodoh yang senyum-senyum sendirian, dan setelah merasa lebih baik, Keyra masuk ke dalam, seperti biasa, semuanya fokus terhadap pekerjaan masing-masing, kecuali Lola. Keyra sempat melirik ke sekitar dan ke Valen yang menatapnya sebelum menatap Lola. "La, kena- eh!" Keyra tak sempat menyelesaikan ucapannya ketika Lola menarik lengannya begitu saja keluar dari ruangan. Lola membawa Keyra ke satu tempat yang tidak ada orang, lalu melepaskan genggamannya. Merengut kesal, Keyra mengur

