Selama meeting berlangsung Edu hanya memandangi wajah Sahira, entah kapan ia berkedip. Memang benar ia sedang mengagumi ciptaan tuhan, namun caranya sungguh berlebihan di hadapan hal layak. Jangankan Sahira yang merasa risih, para klienpun juga demikian. Jangan tanya bagaimana wajah Agatha dengan kelakuan Edu tadi. Wajahnya tentu sudah seperti udang rebus. "Sahira kita ke kantor cabang sekarang!" Agatha memasukkan barang-barangnya ke dalam tas dengan menahan emosi. "Baik Pak," jawab Sahira yang sedari tadi menunggu aba-aba untuk pergi dari hadapan buaya darat. "Siap Bos," Edu berdiri siap untuk beranjak pergi. Sahira dan Agatha mendongak melototi Edu. "Kenapa? Kalian ngak suka, atau terlalu terpesona?" Edu sadar dipelototi. "Kamu dengar ngak tadi? adakah saya nyebut nama kamu?" Agath

