Pembokat Dadakan

1022 Kata

Agatha dan Sahira mulai memakan pizzanya. Sahira makan dengan perlahan mencoba menetralkan detak jantungnya yang tidak karuan. Detak jantung yang seperti genderang yang di tabui tak beraturan. "Gimana, Enak?" tanya Agatha. "Mmm, Ya. Enak Pak," masih mengunyah pizza. "Nanti pulang saya antar." ucap Agatha tanpa menoleh ke arah Sahira, sedang Sahira jadi terpaku karena perkataannya. "Ah, tidak perlu Pak" Sahira melirik Agatha yang nampak santai berbicara. "Hari ini kamu pulang malam kan, sebab masih banyak laporan yang harus di buat. Saya antar kamu pulang." "Baik Pak," Sahira tahu Bosnya bukan sedang meminta izin tapi sedang membuat pernyataan yang tidak bisa do tolak. "Tok, tok, tok." "Masuklah," jawab Agatha. Seorang OB mengantar teh manis yang masih hangat ke ruangan Agatha. "B

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN