“Plak,” kepala Edu di tepuk Agatha. “Kau cari mati ya?” bentak Agatha “Apa? Jadi makanannya beracun. Ah…” Edu berlagak pingsan. “Ceh,” wajah putih Agatha berubah kemerahan. “Apa yang ini juga beracun,” Edu bangkit kembali dan menarik mangkuk milik Agatha. “Hah,” Agatha semakin marah dan melototi Edu, namun tak bisa berbuat apa-apa. Edu langsung melahap habis Ramen seperti orang kelaparan yang belum makan tiga hari. “Errrrggg” Sendawa keras keluar dari mulut Edu yang langsung ia bungkam dengan kedua tangannya. Edu melirik Sahira merasa tidak enak hati karena kebablasan sendawa yang berlebihan. “Hahaha,” Sahira malah terbahak melihat tingkah Edu, hal itu membuat Agatha semakin geram. “Kau, siap-siap gajimu di potong 50 persen,” Agatha menunjuk Edu. Edu melihat kemarahan Agatha denga

